Security Technology yang Mutakhir dan Kaya akan Fleksibilitas
Acara dibawakan aktris terkenal Marissa Nasution, dan acara seminar semakin terasa meriah dan menarik. Acara dibuka oleh pidato dari Dapot Sitanggang sebagai Product Manager dari Bosch Indonesia dan dilanjutkan oleh Ong Kah Seong sebagai General Manager dari Security Systems of Bosch Indonesia. Acara pun dimulai.
DR. Achmadi, SH, MAP Komisaris Besar Polisi yang menjadi pembicara menjelaskan pentingnya memberikan keamanan di sektor transportasi “Rasa aman merupakan suatu hak asasi manusia di manapun mereka berada, dan di Indonesia kita harus menyediakan keamanan yang tidak hanya melindungi pengguna transportasi, namun juga memberikan rasa nyaman saat berada di sarana transportasi tersebut, maka dari itu airport, stasiun kereta api, dan pelabuhan harus dilindungi seutuhnya”.
Lalu Ong Wei Meng sebagai system engineer menjelaskan bahwa produk Bosch Security System mampu menyesuaikan terhadap kebutuhan sektor transportasi, ia mengambil beberapa studi kasus dari beberapa sektor transportasi. Seperti airport yang harus memiliki standar keamanan seperti CCTV, public address, dan access control agar mampu mengantisipasi keadaan ekstrim seperti kebakaran, terorisme, atau bencana lainnya.
Ong Wei Meng melanjutkan penjelasannya bahwa betapa sederhana dan efisien sistem tersebut, dan menekankannya dengan suatu contoh, airport mengalami kebakaran, maka operator dapat mencari lokasi pengunjung dengan kamera, membuka pintu akses yang terkunci, memberikan instruksi ke pengunjung lewat public address, sehingga pengunjung mampu melakukan evakuasi dengan mudah.
Selanjutnya Jeffrey Law menjelaskan bahwa Bosch memiliki BIS dan BVMS dengan integrated surveillance dan security system terbaik di kelasnya. Semua terkejut dan terkagum betapa mudah, praktikal, dan cerdas BIS dan BVMS mampu mengkombinasikan segala alat security dari access control, CCTV, hingga public address di satu platform (dengan software). Ketika BIS bekerja sebagai alarm management, BVMS berperan sebagai surveillance management dengan video management yang efisien dan IVA-nya.
Tamu masih terlihat begitu antusias akan kemampuan kemampuan produk Bosch, selanjutnya perkenalan akan IVA, Intelligent Video Analysis yang mampu menunjukkan kemampuannya dalam menganalisa objek yang mengalami pergerakan, perubahan bentuk dan ukuran, arah, hingga kecepatan, semua itu dapat diproses sebagai suatu variabel yang memberikan reaksi ke peraturan yang telah deprogram oleh pengguna, maka alarm pun akan berbunyi.
Presentasi slide tidaklah pernah cukup, hingga Dapot Sitanggang memberikan demo produk di depan para tamu, semua memperhatikan bagaimana seorang beraksi sebagai intruder/penyusup berjalan di daerah terlarang dalam waktu tertentu, hingga IVA memberikan sinyal ke alarm management dan memacu alarm, ruangan serentak penuh dengan tepuk tangan meriah dari penonton.
Rasa penasaran tamu akhirnya terbayar di waktu makan siang. Sesi mengunjungi booth terlihat begitu ramai oleh pengunjung yang ingin tahu bagaimana alat security mampu mengkoneksikan satu sama lain. Dan di saat itu Bosch menyediakan 4 booth yakni Video Surveillance, IVA, Access Control, dan Public Address yang disediakan oleh partner yang memberikan kontribusi terbaiknya, yakni Jakarta Alarm, Multi Sistim Komunikasi, Danatel Pratama, dan Sensorlink
Di akhir acara, tamu menikmati coffee break mereka, dan Bosch mengadakan sesi interview secara spontan kepada tamu, salah seorang tamu berkata bahwa Bosch telah memberikan suatu kesadaran tersendiri akan pentingnya safety and security system di segala sektor, dan teknologi yang ditunjukkan Bosch benar benar istimewa.
Team dari Bosch Security Systems Indonesia bersama dengan beberapa BSCP
Tari Saman dari Aceh pun ikut memeriahkan pada awal acara berlangsung
Beberapa tamu undangan dari Pemerintahan, yakni Departemen Perhubungan, Angkasa Pura, Peruri, Direktorat Pengamanan Obyek Vital Baharkam POLRI, maupun dari Industri Perminyakan & Gas, Telekomunikasi dan Media.